Soppeng Rakyatinfo Com – Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng untuk lebih aktif memberikan perhatian terhadap penataan sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan.
Langkah tersebut dinilai penting guna meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan dan memastikan pelayanan pendidikan berjalan secara optimal.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. H. Nurmal Idrus, MM, mengatakan penataan SDM pendidikan perlu menjadi agenda yang terus didorong, termasuk melalui rotasi guru dan kepala sekolah, pengisian jabatan kepala sekolah secara definitif, serta evaluasi terhadap kepala sekolah yang masih berstatus pelaksana tugas (Plt).
Menurutnya, penataan tersebut bukan sekadar mutasi rutin, melainkan bagian dari upaya memperkuat efektivitas manajemen sekolah dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Soppeng.
"Dinas Pendidikan perlu terus memberikan masukan dan pertimbangan kepada Bupati Soppeng selaku Pejabat Pembina Kepegawaian. Dengan demikian, kepala daerah dapat menentukan format penataan SDM pendidikan yang paling tepat sesuai kebutuhan daerah," ujar Nurmal.
Ia menilai keberadaan kepala sekolah definitif sangat penting dalam menjamin kepastian kepemimpinan di satuan pendidikan. Di sisi lain, rotasi guru dan kepala sekolah juga perlu dilakukan secara objektif, profesional, serta berdasarkan kebutuhan organisasi dan kompetensi yang dimiliki.
Nurmal berharap proses penataan SDM pendidikan dilakukan secara terukur, transparan, dan mengedepankan kepentingan peningkatan mutu pendidikan, sehingga mampu menciptakan iklim kerja yang lebih produktif dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Kabupaten Soppeng.
"Dengan penataan SDM yang baik, kita berharap seluruh potensi tenaga pendidik dan kependidikan dapat dimanfaatkan secara optimal demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Soppeng," tambahnya.
Sebelumnya, Dewan Pendidikan Soppeng telah mengeluarkan rekomendasi penataan SDM Pendidik terutama menyelesaikan utang lama banyaknya Kepsek SD dan SMP yang berstatus pelaksana tugas dan pelaksana harian. "Semenjak tahun 2025 telah lebih 40 jabatan kepsek didefinitkan sejak pemerintahan Sukses dari lebih 120 yang sebelumnya berstatus PLT dan PLH. Ini positif tetapi harus tetap digenjot agar jumlahnya semakin berkurang," pungkasnya.
(Red)
