-->

Halaman

1.514 Anak di Soppeng Alami Stunting

, Maret 27, 2022 WIB
masukkan script iklan disini

Int



RAKYATINFO, SOPPENG - Data Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng mencatat selama tahun 2021 sebanyak 1.514 anak di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Soppeng mengalami kondisi stunting.


Stunting menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.


Kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun.


"Dari 12.194 balita yang diukur, 1.514 atau 12,4 Persen diantaranya mengalami stunting. 257 berstatus sangat pendek dan 1.257 bersantus pendek," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang, Jumat (25/3/2022).


Dari data ini juga diketahui bahwa, dari 70 Desa/Kelurahan di Kabupaten Soppeng. masih ada 45 Desa/Kelurahan yang angka stuntingnya di atas 10%.


Angka kasus stunting terbanyak terjadi di Kecamatan Marioriawa yang mencapai 433 anak, disusul Marioriwawo (271), Donri-Donri (214), Lalabata (182), Lilirilau (176), Liliriaja (129), Ganra (65) dan Citta (44).


"Angka Stunting di tahun 2021 ini sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 yang mencapai angka 1.882 atau 15,8 Persen dari 14.011 balita yang diukur," kata Sallang. (id)

Komentar

Tampilkan

Terkini